Panggil saja aku Jesse, agar aku selalu "Beruntung"

Hay, sebut saja aku Mega, aku tinggal di daerah Jawa Tengah tepatnya di daerah Kota Batik *ada yang tau ?? :D
Kadang aku membenci namaku sendiri, kenapa ?? Entah, aku hanya merasa namaku ini gak sesuai dengan kehidupanku dan arti dari nama itu. Orangtua ku berharap aku kelak akan menjadi seseorang yang "Besar" di kemudian hari. Tapi ..... ya entah kenapa sampai detik inipun aku bukan seseorang yang mempunyai arti di dalam kehidupan ini.
Aku, masih memiliki keluarga yang utuh, Ayah, Ibu dan Adik perempuanku. Bisa di bilang hidupku masih stay dititik nol. Banyak yang mengira bahwa aku akan dipermudah jalannya oleh orangtua ku. Iya, Ayah ku adalah seorang pegawai negeri yang bekerja di dinas perhubungan di kota. Banyak yang menilai bahwa aku bisa dengan mudah masuk di instansi mana yang aku mau, tapi kenyataanya mereka salah besar. Dari awal aku sekolah dasar sampai aku lulus kuliah aku tidak pernah sedikitpun mengandalkan orangtuaku, ya hanya sekedar biaya sekolah dan les memang aku di biayai mereka. Namun untuk masa depanku sendiri aku tidak pernah di berikan sedikit jalan menuju pintu kesuksesan. Ya aku sama sekali tidak diperhatikan oleh ayahku, entah kenapa bisa sampai seperti itu. Ayah ku hanya bertanggung jawab untuk urusan biaya hidupku saja, dalam artian beliau hanya memberikan nafkah lahir untuk keluargaku saja, selebihnya beliau gag peduli.
Sekarang umurku 23tahun, aku belum bekerja karna aku baru keluar dari pekerjaan sebelumnya karena bisa di bilang aku "diusir" dari timku. Maksudnya adalah, posisiku sebagai admin di pekerjaanku itu ternyata menurut mereka itu salah, aku dibilang tidak bertanggung jawab, aku di bilang seenaknya sendiri, aku di bilang cuma bisa nyuruh-nyuruh, aku cuma dibilang kerja gag bener dan masih banyak lagi. Padahal sebelum mereka-mereka semua dateng semuanya berjalan lancar, bahkan kabag dan managerku pun mempercayakan semua laporan kepadaku. Entah semenjak satu orang dan beberapa pengikutnya datang suasana tempat kerjaku berubah. Banyak yang saling sindir satu sama lain, banyak yang cari muka satu sama lain, pokoknya menurutku itu adalah hal-hal busuk yang pernah aku liat selama aku bekerja. Iya gag papa kalau semisal mereka melakukan itu kemudian gaji meraka naik 10 kali lipat. Nyatanya ?? huuuffttt
Dan setelah aku mendapatkan kejadian itu aku lapor ke bagian rekrut dan HRD, mereka hanya memberikan aku nasihat agar aku bisa bertahan di situ. Tapi aku enggak bisa. Aku harus menanggung sendiri omongan dan perilaku mereka tanpa ada yang peduli. Sampai akhirnya aku mencoba pindah bagian masih satu perusahaan, namun hati kecilku sulit untuk menerima perlakuan ini. Kadang aku menangis sendirian di dalam kamar mandi, cukup lama sampai perasaanku kembali tenang. Aku hanya berpikir, bagaimana jika orang lain yang menerima perlakuan ini ?? aku berfikir apakah mereka juga akan melakukan sama seperti yang aku lakukan ??
Setelah beberapa minggu aku mencoba beradaptasi di posisiku yang baru, aku semakin merasakan kebencian yang teramat sangat luar biasa. Aku memutuskan untuk pergi. Ya aku mengundurkan diri dari perusahaanku di pertengahan Mei 2018.
Setelah itu banyak hal terjadi di hidupku ...
Next, ceritanya aku sambung besok ....
bye bye :3

Komentar